Akbidassyifa's Blog

Just another WordPress.com weblog

OPINI

REFLEKSI SPMI

TERHADAP OPERASIONALISASI AKADEMI KEBIDANAN ASSYIFA TANGERANG

2009 – 2012

MENYONGSONG PROGRAM KERJA TAHUN 2013

OLEH

Wahidin,S.Sos.SKM.M.Si


               Ada beberapa kemajuan yang saat ini diraih oleh lembaga ini baik secara internal dan exsternal dan SPMI cukup mengapresiasi atas kemajuan yang sudah dicapai saat sekarang ini.

              Dalam tulisan ini Satuan Penjamin Mutu Internal Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang ( SPMI) sebagai lembaga yang merupakan keharusan bagi sebuah lembaga pendidikan tinggi yang ingin meningkatkan mutu dan pelayanannya akan menc0ba membuat dan memaparkan sebuah catatan repleksi kinerja 3 ( tiga ) Tahun terakhir 2009 – 2012 Yayasan dan Akademik sebagai civitas akademika untuk menyongsong program kerja Tahun 2013 ini.

Ada tujuh ( 7 ) hal yang menjadi catatan Kritisi penting SPMI saat sekarang ini :

1. Kerjasama.

Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang sebagai lembaga pendidikan tinggi sudah seharusnya terus berupaya untuk menjalin  kerjasama dengan lembaga internal dan exsternal yang saling menguntungkan tidak saling merugikan. ada beberapa kritisi mendalam terhadap kerjasama dengan pihak-pihak exsternal yang menurut SPMI perlu dikaji lebih mendalam, diantaranya adalah :

a. Kerjasama Yayasan/akademik dengan Perbankan.

Dunia Perbankan memang sangat mendukung kelancaran operasionalisasi akademik dan yayasan namun ada beberapa hal yang patut kita kritisi yaitu Bahwa Yayasan pada Tahun 2013 ini sudah sepantasnya menghitung kembali atau bahkan HARUS mengakhiri kerjasama dengan lembaga perbankan yang kurang atau bahkan tidak memberikan keuntungan secara significan terhadap kemajuan dan kelangsungan organisasi yang  justeru malah menambah beban bagi Yayasan/Civitas akademik dengan upaya intervensi yang cukup mendalam terhadap organisasi yayasan maupun akademik—jika kita membaca kembali klausul-klausul kerjasama yang telah dibuat.

Dana yang terhimpun tidak berkembang sedemikian rupa dan itu hanya menguntungkan satu pihak semata dengan menerima dana segar masyarakat tanpa adanya reward yang pantas bagi kelangsungan organisasi Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang…Dana yang terhimpun bisa saja digunakan pihak Bank bersangkutan untuk diputarkan kepada pihak lain tanpa ada kejelasan bagi hasil yang memadai bagi nasabah. Dalam Hal ini tiada kata Munafik bahwa Uang Harus Bekerja dan Berkembang dan memberikan keuntungan lebih bagi Organisasi dan orang-orang yang ada di dalamnya.

Konsekuensi dari sistem kerjasama dengan konsep seperti itu adalah munculnya upaya-upaya sistemik dari sebuah Kongsi Kapitalis yang berlindung dibalik sebuah “aturan” untuk terus memangkas setiap anggaran yang ada yang pada akhirnya meminimalisir dan memangkas terhadap tingkat kesejahteraan Civitas akademika dengan beragam alasan dan potongan.

SUBTANSI :

Yayasan/Akademi seharusnya Menghitung kembali dan atau Akhiri kerjasama dengan lembaga perbankan yang terlalu dalam mengintervensi Yayasan dan Akademik dan tidak memberikan keuntungan significan bagi kelangsungan dan kelanjutan organisasi—Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang.

b. Kerjasama Akademik dengan Lahan Praktek.

Kerjasama Akademik dengan lahan praktek yang berjalan saat sekarang perlu terus dikaji dan diperluas kembali tidak hanya dengan pihak dalam negeri terbatas wilayah Tangerang dan sekitarnya..namun Sudah saatnya saat ini management memikirkan untuk mengembangkan sebuah kerjasama dengan pihak yang lebih luas baik di tingkat nasional maupun internasional. Kondisi ini dimaksudkan untuk menghadapi pasar bebas ASEAN dan Kemajuan tingkat Globalisasi Ilmu Pengetahuan yang terus berkembang.

SUBTANSI :

Pengembangan hubungan yang saling menguntungkan dan menghormati dengan terus menjalin silaturahmi dengan para pemilik lahan praktek yang sudah ada saat sekarang ini sehingga tidak ada kesan : HABIS MANIS SEPAH DIBUANG.

c. Kerjasama Akademik dengan Lahan Kerja Lulusan

Kerjasama Akademik dengan lahan kerja lulusan yang berjalan saat sekarang perlu terus dikaji dan diperluas kembali tidak hanya dengan pihak dalam negeri terbatas wilayah Tangerang dan sekitarnya..namun Sudah saatnya saat ini management memikirkan untuk mengembangkan sebuah kerjasama dengan pihak yang lebih luas baik di tingkat nasional maupun internasional.

SUBTANSI :

Akademik harus mengembangkan sebuah Tracer Studi terhadap existensi para lulusannya yang saat ini sudah menginjak angkatan ke 10 sehinggan diketahui populasi lulusan yang terserap dunia kerja—diketahui tingkat kepuasan USHER atas kinerja dari Lulusan Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang.

2. Restrukturisasi Organisasi Yayasan.

Ini ditujukan untuk lebih membuat organisasi khususnya yayasan untuk lebih dewasa dan profesional sehingga dapat meminimalisir faktor-faktor pengganggu dan penghambat terhadap operasionalisasi akademik sebagai sebuah lembaga yang independent dan profesional..

              Kita bukanlah  kumpulan orang-orang dengan gaya preman kampungan yang sok Menjuragan... namun kita adalah kumpulan orang-orang yang berusaha bekerja..berusaha bersama…berusaha saling menghormati dan berusaha untuk maju bersama-sama dalam wadah Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang mencapai keharmonisan dan kesejahteraan yang berasaskan Pancasila bukan Kapitalis murahan seperti yang terjadi saat sekarang ini.

Contoh Kasus adalah Upaya Perubahan Program Akademik yang saat ini akan dilakukan Yayasan Assyifa Al-Istiqomah Tangerang : SAKAREPMU.TANPA SOSIALISASI.DAN TANPA KOORDINASI YANG JELAS…salah satunya seperti Akan menghapus Kegiatan Comprehensip Studi Kasus , YAYASAN DAN AKADEMIK seharusnya Membenchmark terlebih dahulu dengan lembaga-lembaga sejenis… masih ada apa tidak kegiatan tersebut ATAU COBA CARI KEGIATAN PENGGANTI YANG LEBIH FOKUS MISAL DENGAN DILAKUKANNYA PENELAAHAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ( PPK ) 1.2.DAN 3 YANG SEJALAN DENGAN KURIKULUM TERBARU BAGI AKADEMI KEBIDANAN.

Hasil Jejak Pendapat didapat hasil seperti berikut ini :

 

Tabel 4.  

Penilaian Mahasiswa terhadap UPAYA PENGHAPUSAN Implementasi Program Comprehensive Studi Kasus di Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang oleh Yayasan Assyifa Al-Istiqomah Tangerang.

 

No

Penilaian Mahasiswa Tehadap Upaya Penghapusan Program Comprehensif Studi Kasus Oleh Yayasan Assyifa Al-Istiqomah Tangerang

Frekuensi

(F)

Prosentasi

(%)

1

Sangat  Setuju

3

4.00

2

Setuju

1

1.33

3

Cukup Setuju

2

2.67

4

Kurang Setuju

25

33.33

5

Tidak Setuju

40

53.33

6

Abstain

4

5.33

Jumlah

75

100 %

                     Data Primer : 2013

Dari Tabel 4 diatas terlihat penilaian mahasiswa terhadap Upaya Penghapusan Program Comprehensive Studi Kasus di Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang oleh Yayasan Assyfa Al-Istiqomah Tangerang menunjukan penilaian yang Negatif.

Terlihat hanya Sebanyak 4.00% Mahasiswa yang menilai Sangat Setuju Program ini dihapuskan, 1.33 % Mahasiswa menilai Program ini Setuju untuk dihapuskan, 2.67% Mahasiswa Menilai Program ini Cukup Setuju untuk dihapuskan ,Sebanyak 33.33% Mahasiswa menilai Kurang Setuju Terhadap Upaya Penghapusan Program Comprehensive Studi Kasus di Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang, 53.33% Mahasiswa menilai Tidak Setuju apabila Program Comprehensive Studi Kasus Di Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang Dihapuskan dan sisanya sebanyak 5.33% mahasiswa Abstain.

                Dan semua itu harus DIKOMUNIKASIKAN dan DISOSIALISASIKAN...Upaya yang salah dalam perhitungan akan mengakibatkan BLUNDER! tingkat Kepercayaan Masyarakat terhadap lembaga ini akan berkurang. Dengan alasan yang klise Ujung-ujungnya Duit…kepentingan itulah yang didahulukan….bukan untuk melihat output produk Akademi Kebidanan Assyfa Tangerang itu seperti apa.

SUBTANSI :

Dengan adanya Restrukturisasi Organisasi Yayasan Assyifa Al-Istiqomah Tangerang diharapkan dapat terwujud Kondisi-kondisi seperti ini :

1. Terjalinnya Komunikasi dan Dinamika Organisasi yang Lebih Dewasa dan saling percaya satu sama lain.

2. Optimalisasi dan Keserasian Hubungan antara Akademi dan Yayasan

3. Penyegaran Hubungan Organisasi dan Situasi di Tingkat Akademi dan Yayasan

4. Terciptanya ketentraman bekerja antara Civitas Akademika

5. Percepatan pencapaian Visi,Misi dan Tujuan Organisasi yang maju dan harmonis

3. Revalue Biaya Pendidikan.

Ini perlu dilakukan untuk menghitung kembali biaya pendidikan di Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang yang lebih fokus dan transparan sesuai dengan peningkatan inflasi yang terjadi saat sekarang ini…kondisi ini ditujukan untuk menghitung kembali biaya-biaya pendidikan dengan lebih transparan dan fokus sesuai kondisi saat ini dan terus berusaha mencari sumber-sumber dana diluar mahasiswa bagi kelancaran operasional dan kesejahteraan bersama.

Dengan Menghitung kembali biaya pendidikan organisasi akan lebih leluasa untuk berupaya meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan yang lebih optimal bagi stake holder dan civitas akademika…..Pelayanan yang lebih berkualitas tentunya didukung dengan Reward and Punishment yang jelas terarah dan tidak saling merugikan.

Logikanya :

Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang masuk di Assyifa seharusnya tingkat pendapatan dan kesejahteraan civitas akademika dapat lebih meningkat…namun kondisi realnya kenapa terjadi sebaliknya yaitu terjadinya  upaya pemangkasan dan pemotongan yang lebih banyak.???..Pihak Kapitalis yang berkehendak meningkatkan keuntungan secara pribadi dan kelompoknya….

4. Pengangkatan dan pengadaan Pegawai.

SDM yang berkualitas yang diperlukan Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang….Dosen dan Staff yang memiliki loyalitas,kapabilitas dan karakter yang mencerminkan sebuah lembaga pendidikan… bukan lembaga yang berisi orang-orang yang tidak pada tempatnya..menambah beban anggaran dan bahkan membuat resah lingkungan Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang…

Dengan melihat kondisi seperti itu seharusnya Yayasan menghitung kembali dan atau menstop pengangkatan dan Pengadaan Karyawan yang tidak penting dengan melihat proporsi Dosen/tenaga bidan yang ada saat sekarang ini di Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang dengan mahasiswa yang ada…

Yayasa Assyifa Tangerang seharusnya mengoptimalkan tugas SDM yang sudah ada  jenuh dan penuh  misalnya saja : Tenaga Administratif dan tenaga pekarya—kebersihan dan keamanan dengan peningkatan kesejahteraannya bukan dengan menambahnya. Kebijakan menambah SDM Non Dosen hanya akan membebani Anggaran dan mengurangi tingkat kesejahteraan SDM yang sudah ada sebelumnya.

Harus ada aturan main yang jelas terhadap SDM-SDM yang baru masuk di lembaga ini dan terapkan tahapan-tahapan pengangkatan pegawai secara konsisten tahap pendokumentasian. percobaan.penilaian dan penentuan;status kontrak atau tetap.

5. Perbaikan dan perlengkapan Fasilitas sarana dan prasarana.

Gedung megah sudah dan belum lama berdiri…namun kualitas dan struktur bangunan sangat rendah sekali…bocor…retak disana sini..hal ini mengganggu jalannya akademik..mengganggu jalannya operasionalisasi dan sebagainya….dari awal pendirian memang sudah tercium gelagat yang grasa grusu sehingga menghasilkan mutu bangunan seperti yang ada saat sekarang ini…

Kualitas beton yang kurang bagus dan minimnya biaya yang ada kemudian ketebelece lain-lainnya mewarnai gedung ini…sehingga dapat kita lihat sepertinya gedung ini kurang berkah..kurang damai dan bawaannnya panas melulu…kondisi seperti ini dalam jangka panjang akan menggerogoti anggaran dan biaya tinggi….karena upaya perbaikan akan terus menerus terjadi——————menjadi proyek orang-orang tertentu dan sebenarnya ini sangat berbahaya bagi kelangsungan organisasi.

Subtansi :

Segera perbaiki dan lengkapi fasilitas yang belum lengkap di Akademi Kebidanan Assyfa Tangerang sehingga Bangunan tidak bermutu dan fasilitasnya dapat terus berdiri dan ada..melayani masyarakat…

6. Program Kerja Management.

Bagusnya sebelum menjalankan sebuah organisasi modern…management dalam hal ini civitas akademika membuat terlebih dahulu RKO Tahunan sehingga kinerja dapat lebih transparan dan terukur khususnya dalam Applikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi…unit kerja dapat bekerja lebih fokus dan terarah..apa yang mesti dicapai dan belum tercapai selama setahun tersebut dan evaluasi sejauh mana pencapaiannya. saat ini program kerja management masih seperti dulu Copy Paste dan tidak ada perkembangan yang significan.

Management/civitas akademika yang ada saat ini di Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang mungkin tidak lebih hanya sebagai kaki tangan yang tidak/belum punya prinsip dan tujuan yang jelas dalam menjalankan sebuah organisasi modern…belum didukung dengan dokumen kerja dan visi misi yang jelas.

SUBTANSI :

Management harusnya membuat rencana kerja yang jelas..pelaksananaan yang jelas.evaluasi kerja yang jelas dan standard ukur yang jelas sehingga kinerja dapat lebih jelas terukur…kinerja bagus…penghargaan bagus…pendapatan juga bagus….Tidak ada lagi alasan oknum tertentu untuk menunda-nunda kenaikan gaji dan sebagainya….

Dengan Adanya Rencana Kerja yang baik tentunya Oknum Pengganggu terhadap Program yang dijalankan di tingkat Yayasan Internal dan exsternal dapat dihilangkan atau diminimalisir sedemikian rupa karena ada dasar hukum yang digunakan secara terbuka dan profesional.

7. Optimalisasi Tupoksi.

Lembaga LPPM…SPMI…sudah ada..yang tidak ada adalah realisasinya plus pendanaannya….tiada dukungan yang berarti dan ketakutan internal akan konsekuensi adalah sangat berlebihan baik itu dari kalangan Yayasan atau Kalangan Management itu sendiri…ketakutan dinilai.ketakutan dievaluasi.dan sebagainya… Kedepan kita harus mengetahui tingkat kepuasan Stakeholder—mahasiswa—-masyarakat—pengguna…dengan optimalisasi  Tupoksi unit-unit kerja di Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang agar kita tahu mana kekuatan kita..mana kelemahan kita…mana peluang kita dan mana ancaman kita…Harus bisa dilihat kita akan berangkat menjadi Lembaga Pendidikan yang berkembang dan modern bukan lembaga yang asal-asalan yang hanya mementingkan kesejahteraan kelompok tertentu saja.

Sejauh ini kita terlena dengan Nama Besar Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang dan Orang-orang yang ada di belakangnya…tanpa melihat perkembangan di luar seperti apa kemajuan lembaga sejenis/kompetitor seperti apa….jika kita bencmark mendalam Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang hanya menang di Murahnya..menang di Nama namun dalemannya belum tersistem dengan baik termasuk tingkat komunikasi yang kurang bagus vertikal dan horizontal—-ketiadaan  keterbukaan dan transparansi…

Itulah Refleksi SPMI menyongsong program kerja Tahun 2013. Tiada Gading yang Tak retak…mari kita maksimalkan hasil refleksi ini untuk kita perbaiki bersama-sama mencapai kondisi yang lebih baik dan manusiawi.

November 26, 2009 - Posted by | OPINI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: