Akbidassyifa's Blog

Just another WordPress.com weblog

KARYAWAN MENULIS

DEMOKRATISASI DAN OTONOMI KAMPUS

OLEH : ERNA SETIAWATI, SE

 

Dewasa ini Bangsa Indonesia dihadapkan pada kondisi yang sangat berbeda, kita saat ini dihadapkan pada berbagai pola perubahan baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk dalam bidang kehidupan kampus, ada perubahan paradigma pendidikan tinggi saat ini yakni adanya kebebasan dalam menentukan pendapat dan keinginan untuk turut serta menentukan nasibnya sendiri.

PARA PEJABAT KITA DI DINKES

Sesuai dengan amanat Negara Republik Indonesia saat ini bahwa kita harus mengembangkan segi-segi demokratisasi di segala bidang maka sudah seyogyanya kita sebagai orang-orang yang terdidik membudayakan untuk menghormati setiap pendapat yang muncul dari tingkat bawah seperti apa tentunya kita juga harus siap untuk menyiapkan segala infrastuktur untuk mensukseskannya.

Contoh kecil adalah seperti halnya Lembaga Pendidikan Tinggi Kesehatan saat ini pengendalian dan pembinaan masih dipegang oleh Departemen Kesehatan sebagian lagi oleh Departemen Pendidikan Nasional ini harus diseragamkan dan logikanya adalah adanya koordinasi yang mantaf antar lembaga dalam hal ini Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan, kita masyarakat awam masih terstigma dengan acuan lama dimana setiap departemen dapat mengemban sistem pendidikan padahal notabene yang mengurus masalah tetek bengek pendidikan adalah Departemen Pendidikan Nasional dan ini sudah ada Undang-undangnya.

Menyikapi masalah ini kadang kita sebagai pengelola perguruan Tinggi khususnya PT-Kes merasa terombang ambing dengan situasi seperti ini termasuk masalah perubahan status kepemilikan lembaga tinggi yang dipegang yayasan menjadi lembaga BHP dan Tahun 2011 harus siap melaksanakannya.termasuk sistem pengelolaan kampus pendidikan dimana lembaga pendidikan bersangkutanlah yang harus menerbitkan Ijasah dan lain-lainnya bagi para lulusannya.

Satu sisi perubahan – perubahan itu semua membawa angin segar khususnya bagi kalangan swasta untuk terus memacu dan berbenah diri terhadap lembaga pendidikan yang didirikannya, dengan hal itu tentu komponen Sistem harus berjalan maksimal dan saling melengkapi khususnya dalam memperhatikan Qualitas Outputnya.

Pemerintah mewajibkan setiap lembaga pendidikan tinggi untuk di-akreditasi melalui BAN – PT sebagai upaya merealisasikan Kampus yang Otonom.Akrediatasi adalah proses untuk menilai kesiapan kita dalam menciptakan lulusan yang kompeten dibidang keilmuannya.

Dalam lembaga swasta atau lembaga lainnya kadang juga kita dihadapkan pada siapa pemilik dan siapa pengelola dan bagaimana Tupoksinya ini juga masih perlu dibenahi. dengan arogansinya pemilik dapat mencaci maki pengelola dan menganggap sesuatu yang tidak mempunyai peran penting dalam pengembangan organisasi, saya rasa bahwa jika suatu organisasi adalah suatu sistem maka pemilik harusnya memperhatikan aspirasi-aspirasi yang muncul dari bawah dan mempertemukannya dalam suatu iklim demokrasi yang adil.

Ki hajar Dewantoro memberikan tuntunan : Ing Madya Mangun Karso,Ing Ngarso Sung Tulodo,Tut Wuri Handayani itulah yang saat ini harus dijalankan dalam ranah pendidikan sebagai dasar otonomi kampus dan Demokratisasi yang adil. sebagai orang tua harusnya memberikan toladan dan tuntunan, orang muda sudah seharusnya berkarya sesuai kemampuan dan jiwanya yang bersemangat…sehingga orang muda sudah seharusnya diberikan keleluasaan dan kebebasan dalam mengembangkan jiwa kepemimpinannya.

Pemilihan pimpinan perguruan tinggi contohnya harusnya melibatkan setiap komponen yang ada dalam Pendidikan Tinggi tersebut dalam hal ini Civitas Akademika; pemilik,pengelola/karyawan,dan mahasiswa termasuk lahan praktek atau User kalou hal itu memungkinkan.kegiatan ini merupakan sarana pembelajaran bagi kita bahwa Sistem berjalan maksimal.

Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang akan mencoba untuk terbuka dalam memilih pimpinannya, siapa yang pantas menduduki setiap posisi yang ada, kegiatan ini akan dilaksanakan melalui jejak pendapat dari setiap komponen Civitas Akademika di Lingkungan Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang.

Ini langkah Positip untuk menjalankan usaha yang berlandaskan  falsafah Pancasila. artinya dengan diadakan kegiatan seperti ini tidak ada lagi Dikotomi antara Pemilik dan Pengelola yang ada hanyalah Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang yang didalamnya adalah satu sistem yang kompak sebagai langkah dalam menciptakan kehidupan yang pancasilais dan menghormati komponen yang ada di dalamnya.

Jadi bukan arogansi mentang – mentang pemilik berlaku sekenanya tanpa mengidentifikasi aspirasi yang ada di bawah seperti apa.saat ini yang membedakan pemilik atau pengelola adalah hanyalah proporsi pendapatan yang lainnya kebijakan harus diambil dengan langkah-langkah yang elegan dengan mengikutsertakan aspirasi dari tingkat bawah seperti apa.

Pemililik tidak jaman lagi untuk dapat memaksakan kehendaknya, itulah pesan utama yang disampaikan melalui tulisan ini. tindak lanjut dari tulisan ini adalah dikembangkannya suatu sistem jejak pendapat terbuka terhadap isu-isu yang berkembang dengan melibatkan segenap komponen yang ada di Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang termasuk pemilihan Pimpinan baik di tingkat Yayasan atau di Tingkat Akademik.

Kegiatan seperti ini adalah untuk menilai dan melaksanakan Falsafah Pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantoro dan sistem Usaha yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45.

November 26, 2009 - Posted by | KARYAWAN MENULIS

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: